melihat negeriku
pikiranku cenat-cenut
seperti sakit gigi
atau malah sakit hati
pemimpin negeriku seperti tutup mata
bermain sandiwara di singgasana
mentriku pun tak kalah hebat
seperti bunglon yang sering ganti lakon
ckckckck
begitu aku melihatnya
mereka seperti mati rasa
tak ada tersisa rasa iba
aku ingin teriak
tapi pastilah tak didengar
jangankan sendiri
ribuan suarapun rasanya sia-sia
kata siapa dari dulu negeri ini kaya?
negeri ini baru ini saja kaya
kaya korupsi
kaya air (banjir)
kaya jalan berlubang
kaya daerah miskin
kaya longsor
negeri ini memang lucu
membuat dilema juga malu
mau bangga susah
mau kecewa salah
apa maunya pemerintah
bertindak seperti lintah
berkata seperti orang bijak
namun, bertindak seperti perompak...
hukum kian tak imbang
yang kaya makin menang
yang miskin kian tertendang
orang buta menuntun orang buta
begitu aku melihatnya
siapa yang diandalkan?
siapa yang mengandalkan?
semua lempar batu sembunyi tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar